Hubungan Etika Bisnis dengan Korupsi dan Contoh Kasusnya
1.
Teori
PENGERTIAN
KORUPSI
Pengertian korupsi secara umum adalah Korupsi
secara etimologis berasal dari bahasa Latin, corruptio, dari kata kerja
corrumpere, yang berarti: busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok.
Dari
bahasa Latin itulah turun ke banyak bahasa Eropa, seperti Inggris, yaitu
corruption dan corrupt; Perancis, yaitu corruption; dan Belanda, yaitu
corruptie dan koruptie. Dari bahasa Belanda inilah kata itu turun kebahasa
Indonesia menjadi korupsi.
Dalam
Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengertian korupsi berasal dari kata korup yang
berarti busuk, palsu, dapat disuap, tidak bermoral, kebejatan, dan
ketidakjujuran. Korup juga berarti dapat disogok, menyelewengkan uang/barang
milik perusahaan atau negara, menerima uang dengan menggunakan jabatan untuk
kepentingan pribadi, penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan
tempat seseorang bekerja untuk kepentingan pribadi atau orang lain.
Dalam
bahasa Arab, istilah korupsi baru bisa ditemukan dalam kamus-kamus
modern, seperti Lisân al-`Arab, al-Maurid, dan al-Munawwir. Secara umum,
korupsi identik dengan risywah, ghulûl, hadâyâ, al-mulûk, sariqah, ittikhâd
al-fursah, akhd al-mâl bi al-bâtil.
Korupsi yang paling rendah adalah perilaku yang terkait
dengan penghianatan terhadap kepercayaan (betrayal of trust), seperti tidak
disiplin dalam bertugas, mencontek, atau melakukan plagiat tulisan ilmiah.
Dengan
demikian, korupsi adalah penempatan kepentingan-kepentingan publik
dibawah tujuan-tujuan pribadi dengan melakukan pelanggaran norma-norma tugas dan
kesejahteraan, yang dibarengi dengan keserbarahasiaan, penghianatan, penipuan,
dan pengabaian yang kejam atas setiap konsekuensi yang diderita oleh publik.
Sedangkan
ciri-ciri korupsi, bersifat sangat khusus, berbeda dengan tindakan
kriminal kelas rendah, seperti pencuri ayam dikampung atau perampok dirumah.
Ciri-ciri tersebut, sebagaimana dikemukakan oleh Syed Hussein Alatas – (Sosiologi
Korupsi: Sebuah Penjelajahan dengan Data Kontemporer (Jakarta:LP3ES,1982))
adalah:
- Korupsi
senatiasa melibatkan lebih dari satu orang
- Korupsi
pada umumnya dilakukan secara rahasia, kecuali apabila telah merajalela
dan berurat-akar
- Korupsi
melibatkan elemen keuntungan timbal-balik. Keuntungan yang dimaksud,
tidaklah senantiasa harus berupa uang.
- Pelaku
korupsi biasanya berusaha untuk menyelubungi perbuatannya dengan
berlindung dibalik pembenaran hukum
- Mereka
yang terlibat korupsi adalah yang menginginkan keputusan-keputusan yang
menguntungkan pihaknya
- Setiap
perbuatan korupsi mengandung penipuan, baik oleh badan publik ataupun
individu penguasa
- Setiap
bentuk korupsi adalah penghianatan kepercayaan
- Setiap
bentuk korupsi melibatkan fungsi ganda yang kontradiktif dari mereka yang
melakukan tindakan itu
PENGERTIAN ETIKA MENURUT PARA AHLI
Rosita noer
Etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan
yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari
kebiasaan") adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau
kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika
mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan
tanggung jawab.
Drs. O.P. Simorangkir
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan
nilai yang baik.
Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi
baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Drs. H. Burhanudin Salam
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang
menentukan perilaku manusia dalam hidupnya
Menurut pendapat saya apabila melihat definisi dari etika menurut
beberapa ahli, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan etika adalah
suatu cabang dari ilmu filsafat yang berbicara tentang perilaku manusia mulai
dari baik buruk, benar salah, tanggung jawab dan di dalam etika terdapat
norma-norma.
Etika berasal dari bahasa latin, Etica yang berarti
falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup yang benar dilihat dari sudut
pandang budaya, susila dan agama. Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos
ayng berarti kebiasaan, watak. Etika memiliki banyak makna antara lain :
1. Semangat khas
kelompok tertentu, misalnya ethos kerja, kode etik kelompok profesi.
2. Norma-norma yang
dianut oleh kelompok, golongan masyarakat tertentu mengenai perbuatan yang baik
dan benar.
3. Studi tentang
prinsip-prinsip perilaku yang baik dan benar sebagai falsafat moral. Etika
sebagai refleksi kritis dan rasional tentang norma-norma yang terwujud dalam
perilaku hidup manusia.
Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut
pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu.
• Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian
formal tentang moralitas.
• Bagi sosiolog, etika adalah adat, perilaku orang-orang dari lingkungan budaya
tertentu.
• Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika
berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan
masyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah
salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan
penerima jasa profesi secara wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat.
• Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan
tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan
staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemrintah dan pada tingkat
akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, jujur, adil,
profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah
sakit.
• Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk
diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan
buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu.
Hal - hal yang bukan etika :
Untuk melengkapi tentang etika, perlu juga ditambahkan tentang apa yang menurut
Peter Singer sebenarnya bukan etika (What ethics is not) :
1. Etika bukan
seperangkat larangan khusus yang hanya berhubungan dengan perilaku seksual.
2. Etika bukan sistem
yang ideal, luhur dan baik dalam teori, namun tidak ada gunanya dalam
praktek.Agaknya, penilaian demikianlah yang apriori diberikan oleh masyarakat
jika ada kasus kejadian klinis yang tidak dinginkan dibawa ke MKEK.
3. Etika bukan
sesuatu yang hanya dapat dimengerti dalam konteks agama. Ini tentulah pemikiran
sekuler. Menurut ajaran agama, sesuatu yang secara moral 'baik' adalah sesuatu
yang sangat disetujui dan disenangi Tuhan. Sedangkan Singer berpendapat (sama
dengan Plato 2000 tahun sebelumnya), suatu perbuatan manusia adalah baik karena
disetujui Tuhan, bukan sebaliknya karena disetujui Tuhan perbuatan itu menjadi
baik. Kontradiksi pendapat tentang ini sudah berlangsung berabad-abad, dan
mungkin akan berlangsung terus.
4. Etika bukan
sesuatu yang relatif atau subjektif. Sangkalan Singer terhadap anggapan keempat
ini tidak dijelaskan lebih lnajut disini, karena elaborasinya dari sudut
historis dan falsafah yang panjang dan rumit.
Dapat dilihat, bahwa
empat hal yang dianggap bukan etika di atas adalah sanggahan Peter Singer
terhadap apa yang dianggapnya sistem nilai umum dalam masyarakat.
Hubungan korupsi dan etika bisnis
Korupsi
dan etika bisnis merupakan satu kesatuan. Jika kita sudah memahami betul apa
saja yang harus diperhatikan dalam berbisnis, maka tindakan korupsi tidak
mungkin dilakukan.tindakan korupsi jelas – jelas melanggar etika bisnis, karena
kegiatan tersebut sangatlah merugikan banyak pihak. Intinya kita harusmengerti
dulu apa saja etika dalam berbisnis, baru kita memulai bisnis. Agar bisnis kita
tidak melanggar peraturan.
3. Kasus
korupsi adalah
penempatan kepentingan-kepentingan publik dibawah tujuan-tujuan pribadi
dengan melakukan pelanggaran norma-norma tugas dan kesejahteraan, yang
dibarengi dengan keserbarahasiaan, penghianatan, penipuan, dan pengabaian yang
kejam atas setiap konsekuensi yang diderita oleh publik.
Maka kasus dari
uraian diatas adalah contoh apa saja yang merupakan pelanggaran etika berbisnis
atau korupsi.
4.
Analisis
Pengertian korupsi secara umum adalah Korupsi
secara etimologis berasal dari bahasa Latin, corruptio, dari kata kerja
corrumpere, yang berarti: busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok.
Menurut
saya etika adalah suatu batasan
diri yang dapat mengontrol diri kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak
terpuji (berhubungan dengan perilaku) ,tingkah laku perbuatan manusia dipandang
dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Berbicara
mengenai kasus pelanggaran etika bisnis banyak sekali kasus yang terjadidi
negara ini. Sebagai salah satu contoh saya akan mengambil kasus, Produk minuman
berenergi K********
Produk minuman berenergi K********* yang sebagian produknya diduga mengandung
nikotin lebih dari batas yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Minuman.
Oleh
karena itu perilaku etis perlu dibudayakan melalui proses internalisasi budaya
secara top down agar perusahaan tetap survive dan dapat meningkatkan kinerja
keuangannya, etika bisnis harus dilaksanakan secara transparan. Pemimpin
perusahaan seyogyanya bisa memisahkan perusahaan dengan milik sendiri. Dalam
operasinya, perusahaan mengikuti aturan berdagang yang diatur oleh tata cara
undang-undang.
Kesimpulan:
Etika bisnis tidak akan dilanggar jika ada aturan dan sangsi. Kalau semua
tingkah laku salah dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Etika
bisnis sangat tergantung kepada itikad baik, dan hanya diri sendirilah yang
mengetahui itikad baik ini, orang lain susah atau bahkan tidak akan tahu sama
sekali, bahkan jika melanggar pun, orang lain tidak mudah untuk mengetahuinya.
Dalam etika berbisnis harus dilaksanakan secara transparan.Upaya yang dapat
dilakukan oleh perusahaan untuk menegakkan budaya transparansi antara lain:
1. Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya.
Individu yang mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk
menyatakan kebenaran kadang dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada
keberanian baru untuk menyatakan pendapat.
2. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan
kedekatan dengan atasan, melainkan kinerja.
3. Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
4. Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi.
5.
Referensi
http://bukubestseller.net/korupsi-definisi-dan-ciri-ciri